"Cinta menyatukan Kita yang tak sama"
Entah mengapa, aku percaya pada kalimat itu
Bahwa cinta ini, akan menyatukan Kita
"Aku yang mengadah dan tangan yang kau genggam"
Seolah olah perbedaan bisa ditahan pelan pelan
Namun, kita tidak bisa berpaling dari kenyataan
Bahwa ada sebuah tembok yang jadi penghalang
Kita berjalan dengan sabar
Hingga pelan pelan kita sadar
Jika "berjalan salah"
Namun, jika "berhenti pun tak mudah"
Antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang
Dan diantara masjid serta gereja yang bersebrangan
Aku merasa bimbang, kita berpisah atau tetap bertahan
Didepan tembok yang tinggi ini
Aku bertanya pelan dalam hati
"Apakah kita salah?"
Atau hanyalah cinta, yang kenyataannya tak bisa disatukan
Jika akhirnya tembok itu tak akan pernah runtuh
Biarlah cinta ini tetap utuh
Sebagai cinta, tentang dua hati yang berani jalan
Dalam sebuah perbedaan