AI Song Generator Lyrics Generator Vocal Remover Pricing My Songs

Sufi

Song generated By ✨Song.do

Song Cover
v5 Lite

@ Oonsyahroni 1980

2026-09-27 13:00:19

Lyrics

[Intro - Hujan Deras + Oud 15 detik]
Hening... tarik nafas... dengerin...

[Verse 1]
Awloh telah memasang tangga di hadapan kita
Setahap demi setahap untuk pulang
Tapi kita malah sibuk membangun tangga lain
Tangga jabatan, tangga harta, tangga pujian
Tangga yang justru menjauhkan dari-Nya

Ada kesendirian yang lebih berharga dari kehidupan
Yaitu sepi bersama awloh di sepertiga malam
Ada kebebasan yang lebih berharga dari dunia
Yaitu bebas dari budak nafsu dan dunia

[Verse 2]
Ketika engkau melambung tinggi ke angkasa
Karena dipuji, karena kaya, karena berkuasa
Ingatlah kepada-Ku, kata awloh
Karena Akulah jalan itu, bukan duniamu

Ketika engkau terpuruk jatuh ke dalam jurang
Dihina, bangkrut, sakit, ditinggalkan
Ingatlah juga kepada-Ku
Karena Akulah satu-satunya jalan pulang

[Chorus 1 - Pelan Nusuk]
Hikmah awloh menciptakan dunia ini kawan
Supaya segala yang ada dalam pengetahuan-Nya
Menjadi tersingkap... menjadi terlihat...
Siapa yang cinta dunia, siapa yang cinta Dia

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata
Biarlah... kusimpan kasih-Mu dalam dada
Biar dada ini sesak menahan rindu
Daripada mulut memuji tapi hati dusta

[Verse 3]
Ketahuilah kawan, apa pun yang menjadikanmu tergetar
Yang buat bulu kudukmu berdiri, air matamu jatuh
Itulah yang terbaik untukmu, itu teguran cinta
Itu cara awloh memanggilmu pulang

Qalbu seorang pencinta-Nya kawan
Lebih besar daripada Singgasana-Nya
Langit bumi tak mampu menampung-Ku
Tapi qalbu hamba-Ku yang pecah mampu menampung-Ku

Sumbatlah telinga nafsumu itu
Yang bagai kapas tebal menutupi kesadaranmu
Kapas itu namanya gengsi, namanya sombong
Namanya cinta dunia yang kau banggakan

[Verse 4 - Rap Sufi Pelan]
Dalam mendengar ada perubahan sifat
Kau dengar adzan tapi tak berubah
Dalam melihat ada perubahan hakikat
Kau lihat kematian tapi tak sadar kau akan mati

Usaha dan doa tergantung pada cita-cita
Cita-citamu setinggi apa kawan?
Kalau cita-citamu hanya perut dan kasur
Ya itu yang kau dapat, tak lebih

Manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya
Kau usahakan dunia siang malam
Ya dunia kau dapat, tapi akhirat hilang
Kau usahakan akhirat, dunia ikut, akhirat dapat

[Bridge 1 - Paling Nusuk]
Dunia yang hina ini diberikan kepadamu untuk sementara
Sementara kawan... bukan selamanya...
Kenapa kau bangun istana di tempat sewa?
Kenapa kau cinta mati pada yang akan kau tinggalkan?

Surga dibuat dari asap hati yang terbakar habis
Bukan dari tawa pesta dan poya-poya
Surga dibuat dari tangis di sepertiga malam
Dari hati yang hancur karena rindu awloh

[Chorus 2 - Naik Tinggi]
Orang yang diberkahi oleh awloh kawan
Bukan orang yang banyak hartanya
Orang yang diberkahi adalah orang
Yang hatinya telah terbakar habis karena cinta

Di hadapan awloh, pendek kata kawan
Segala yang merupakan tujuan kita
Itulah nama kita yang sebenarnya
Kalau tujuanmu dunia, namamu Dunia
Kalau tujuanmu Awloh, namamu Kekasih Awloh

[Verse 5]
Tiada kutukan yang sangat berbisa kawan
Selain kebebasan kehendak yang kau salah pakai
Awloh kasih bebas memilih
Kau pakai bebas itu untuk maksiat

Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?
Di dunia merasa tak punya rumah
Di akhirat takut tak punya tempat
Itu disebabkan awloh Yang Tanpa Ruang
Kau cari Dia di dalam ruang, Dia di luar ruang

Ada lilin di dalam hati Anda kawan
Sejak lahir sudah ada, siap untuk dinyalakan
Lilin itu namanya Fitrah, namanya Ruh
Tapi kau biarkan padam tertiup dosa

[Verse 6 - Outro Panjang - Whisper Menangis]
Dustamu adalah tubuh yang fana ini
Yang kau rawat, kau banggakan, kau poles setiap hari
Kebenaranmu adalah ruh Ilahiah
Yang kau lupakan, kau kurung, kau biarkan lapar

Kebaikan yang engkau tegakkan kawan
Bagaimanapun juga ketidaksempurnaannya
Akan selalu tersembunyi darimu
Kau lihat pahalamu besar, padahal penuh riya'

Jadi sekarang kawan... tanya hatimu...
Tangga itu masih ada di depanmu?
Lilin itu masih menyala di dadamu?
Atau sudah padam... karena kau terlalu cinta dunia?

Nyalakan lagi kawan... sebelum terlambat...
Naiki tangga itu setahap demi setahap...
Pulanglah... sebelum dipaksa pulang...

[Outro Musik Habis - Hanya Hujan]
Pulanglah...,
̶ ̶ ̶ ̶ ̶ ̶
Style akustik arab

Style of Music

AcousticAcoustic Arabic Sufi, Sad Oud & Ney Flute, Fingerpicking Arabian Guitar, Male Indonesian Vocal Deep Serak Nusuk, 70 BPM, Rain Sound, Violin Sedih, Islamic Tasawuf, Heartbreaking, Majlis Ta'lim Vibes Family Song, 80 BPM, warm sincere, guitar and piano, heartfelt, celebration

Suara serak tinggi